Jumat, 16 November 2018

Tanggung Jawab dan Etika

Senin, 14 April 2014 
    Seperti biasanya, setiap hari senin ada upacara bendera. Yang tidak menggunakan topi atau dasi sudah pasti menjadi tontonan siswa siswi lain di depan, untung saja pada saat itu aku berpakaian lengkap, dengan dasi dan topi. Dan yang pasti menggunakan celana dan juga baju. Setelah upacara selesai ada waktu istirahat sekitar 5 menit, tapi pada saat itu aku langsung kembali ke kelas.
     Setelah sampai di kelas, aku langsung duduk. Tempat duduk ku itu di bagian paling belakang, dekat dengan jendela.
     Tidak berselang lama duduk, dari samping jendela tiba - tiba ada seorang perempuan memanggil:
    "Woi", aku pun langsung melihat ke arah jendela. Terlihat ada tiga perempuan di samping jendela. Lalu salah satu perempuan itu bilang: 
    "Mana yang namanya Ryan?" spontan, aku malah nunjuk ke arah teman yang di samping, padahal di dalam hati “ Ryan kan aku.".
    Seketika tiga perempuan itu pergi.
    "Barusan siapa?" tanya Rizki.
    Rizki ini adalah teman yang duduk di samping ku, yang menjadi andalan ku jika aku belum mengerjakan PR, atau sedang ada ulangan. Pokonya andalan banget, sering juga aku curhat ke dia.
    "Engga tau siapa." jawabku.
    "Lah kenapa lu tadi nunjuk ke gua?" tanya dia dengan heran.
    "Dia tadi nanya, mana yang namanya Ryan, tapi gua nunjuk ke elu wkwkwkwk." jawabku sambil tertawa.
    "Anjirrr lu!!!" dengan nada keras. Hampir seluruh penghuni kelas melihat ke arah kami berdua.
     Tiba - tiba si Diego, nge jitak kepala kami, lalu bilang:
    "Itu udah ada guru, diem napa jangan berisik, dongeng nya di terusin nanti aja." katanya, sambil memalingkan badan ke depan. 

    Bel istirahat berbunyi, tapi aku tidak pergi ke kantin, aku lebih memilih untuk mengerjakan PR yang sama sekali belum ku kerjakan. Dan si Rizki pergi ke kantin bersama Diego dan Anas.
    Tidak lama mereka kembali, Rizki langsung mendatangi ku lalu bilang:
    "Yan, tadi waktu gua lagi turun lewat tangga pojok, diliatin sama anak kelas 12, gara - gara lu tadi nunjuk ke gua?"
    "Mana gua tau!" jawabku, tanpa menoleh ke arah Rizki. Karena aku sendiri masih sibuk mengerjakan PR. Walaupun PR yang ku kerjakan ini mencontek kerjaannya dia.
    "Pasti gara - gara yang tadi nih." kata Rizki.
    "Gara - gara yang tadi gua nunjuk ke elu?" tanyaku.
    "Iya.”
    "Harusnya lu tadi bilang ke mereka, kalo lu itu Rizki bukan Ryan. Kalo perlu lu teriak deh. Lagian salah lu sendiri kan gak bilang." jawabku sambil menahan tawa.
    "Banyak alesan lu..." balas dia dengan nada kesal.
     
Setelah Rizki bilang seperti itu aku jadi tidak enak hati dengannya, apalagi kalau harus berurusan dengan kelas 12, jadi aku memutuskan untuk menemui tiga perempuan yang tadi meneriaki ku di luar jendela setelah sepulang sekolah, aku jadi semakin kepikiran tidak karuan, karena aku memang seperti ini kalau ingin bertemu dengan perempuan, gugup campur aduk tak karuan, bertemu dengan satu perempuan saja sudah membuat deg-degan apalagi tiga sekaligus, dan Bel pulang sekolah pun dibunyikan, aku langsung bergegas menemui mereka dan bilang yang sebenarnya. kalau aku ini Ryan, dan ternyata mereka sudah mengetahui hal itu, mereka hanya ingin mengetesku saja, lalu aku menanyakan soal kenapa si Rizki sampai diliatin oleh anak kelas 12 dan ternyata karena aku chattan dengan cewek yang bernama Karin dimana salah satunya itu ada diantara mereka bertiga dan akupun langsung kaget, kami memang belum pernah bertemu tapi sudah chattan walaupun hanya beberapa, bisa dibilang kenal di sosmed. ternyata anak kelas 12 itu juga menyukai Karin jadi tak wajar kalau si Rizki diliatin karena mereka taunya itu aku. dan aku pun sudah melakukan tanggung jawabku untuk jujur demi temanku dan akan meminta maaf dengannya keesokan harinya.

Kamis, 15 November 2018

MANUSIA, TANGGUNG JAWAB DAN PENGABDIAN

PERBEDAAN ANTARA MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB SERTA PENGABDIAN

A. TANGGUNG JAWAB
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain.
Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakat. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain.
Sebagai manusia yang mempunyai nilai dan harga diri (ciri-ciri manusia modern) seseorang dituntut untuk memiliki rasa tanggungjawab akan apa yang telah dilakukannya. Walaupun seseorang itu berada dalam masyarakat tradisional (Gemeinschaft) dia dituntut untuk memiliki sebentuk tanggung jawab seperti seorang kepala suku yang diharuskan untuk mengorganisir perluasan wilayah untuk perburuan, mengkoordinasi warga dalam menghadapi kelompok lain, memimpin perburuan dan sebagai ketua peradilan untuk menyelesaikan konflik antar warganya menurut adat dan norma-norma kesukuannya.

B.     Macam-macam Tanggung Jawab 
1.   Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memeyahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi.
Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.
–       Contoh :
Apabila kita berjanji kepada diri sendiri untuk merubah tingkah laku kita yang buruk, kita harus menepati janji tersebut, karena dengan menepati janji tersebut berarti kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
2.   Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, isteri, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
–       Contoh :
Sebagai kepala keluarga, seorang ayah harus bertanggung jawab kepada keluarganya untuk memberi nafkah. Selain itu seorang ayah juga harus bertanggung jawab untuk membimbing keluarganya.
3.   Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
–       Contoh :
Seorang ketua RT/RW harus bertanggung jawab kepada warganya. Apabila terjadi perselisihan antar-warga, harus cepat ditangani dan jangan lepas tangan atas kejadian yang terjadi dalam masyarakat.
4.   Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara
Manusia pasti hidup ditengah-tengah suatu Negara. Dan tentunya anggota masyarakatnya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam Negara tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada bangsa dan negara.
–       Contoh :
Sebagai masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab, kita seharusnya dapat membayar pajak tepat waktu. Karena uang pajak juga untuk perkembangan pembangunan di Indonesia, dan tentunya hasilnya pun untuk masyarakat Indonesia juga yang menikmati.
5.   Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Manusia diciptakan oleh Tuhan pasti didasari dengan rasa tanggung jawab, dan manusia dituntut untuk tahu mana yang benar dan mana yang salah atas perbuatannya. Selain itu, manusia juga harus menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
–       Contoh :
Setiap umat islam harus beranggung jawab dengan agamanya dengan menjalankan perintah-peintah Allah SWT, seperti shalat 5 waktu, mengaji, berpuasa, dan kegiatan agama lainnya.

C.    Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.

Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak akan berkeluarga. Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai. Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti.

DAFTAR PUSTAKA:
https://arighudul.wordpress.com/2013/05/14/manusia-dan-tanggung-jawab-serta-pengabdian/